Kamis, 01 Mei 2014

BAHASA INDONESIA 2


Tidur Berkualitas

Istirahat sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Istirahat memang tidak selalu diartikan dengan tidur, tetapi tidur merupakan komponen yang sangat penting dalam siklus hidup setiap harinya. Manusia memerlukan istirahat dan tidur yang cukup.
Pada umumnya orang dewasa tidur sekitar 6-8 jam dalam sehari. Namun, kondisi lingkungan dan aktifitas terkadang tidak sejalan dengan keinginan untuk mencapai kondisi tersebut. Memperoleh tidur yang cukup sangatlah penting karena jika kita selalu mendapatkan jam tidur yang kurang, akan sangat mempengaruhi kesehatan kita.
Sebagaian orang mengetahui bahwa tidur sangatlah penting, namun mereka justru semakin hari semakin mendapatkan jam tidurnya berkurang karena berbagai alasan. Sebagai seorang mahasiswa, saya pun merasa jam tidur saya berkurang. Ketika mata sudah lelah saya terus memaksakan diri menyelesaikan diri menyelesaikan tugas-tugas. Pada akhirnya saya menjadi sering mengalami gangguan kesehatan seperti maag, sakit kepala, dan pola makan pun menjadi terganggu.
Tidur merupakan waktu untuk sel-sel tubuh melakukan regenerasi. Baik hormon maupun sistem imun bekerja dengan cara yang berbeda pada saat tidur. Berkurangnya jam tidur di malam hari dapat menyebabkan depresi, menurunnya fungsi otak sehingga sulit untuk mengingat dan berkonsentrasi, sampai kenaikan berat badan. Selain itu berkurangnya jam tidur dapat menurunkan sistem imun sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
Berikut ini ada 5 tips agar tidur dapat berkualitas :

1.Mengatur waktu tidur secara konsisten
Membuat jadwal yang sesuai dengan aktifitas adalah tips pertama yang diyakini oleh para pakar agar seseorang dapat tetap mendapatkan kebutuhan istirahat bagi tubuhnya.

2.Membuat rutinitas tertentu sebelum tidur
Agar tidur kita menjadi nyaman, awali tidur dengan membentuk kebiasaan baik seperti membaca buku, mendengarkan musik dan berbagai aktifitas yang dapat membuat rileks otot-otot selepas beraktifitas.

3.Memilih peralatan tidur dengan kualitas baik
Pemilihan bahan dari kasur dan bantal akan mendukung terciptanya keadaan tidur yang baik dan nyaman.

4.Berolahraga
Banyak sekali manfaat berolahraga, salah satunya membantu agar kita cepat tidur di malam hari dan kita akan memperoleh tidur yang berkualitas

5.Jangan mengkonsumsi makanan yang berat sebelum tidur
Makan malam yang ringan sangatlah disarankan. Perut yang sangat penuh dapat membuat kita akan kesulitan untuk tidur. Jika anda masih merasa lapar, disarankan mengkonsumsi buah-buahan saja.

Demikian tulisan dari saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca.
               
Sumber :
Daeng,dara.2013.”Tips agar tidur lebih nyenyak dan berkualitas”. Dalam http://daradaeng.com/tips-agar-tidur-lebih-nyenyak-dan-berkualitas.html
Google. Tanpa tahun.”tips untuk membuat tidur anda berkualitas”. Dalam http://www.akuinginsukses.com/9-tips-untuk-membuat-tidur-anda-berkualitas-nyenyak/

BAHASA INDONESIA 2 (TUGAS)

TEORI PROPOSAL
PROPOSAL
(ILMIAH DAN NON ILMIAH)

Pengertian proposal
Proposal adalah usulan rencana kegiatan. Kata proposal berasal dari bahasa Inggris to propose yang artinya mengajukan. Dengan demikian pengertian proposal memiliki arti sederhana sebagai suatu bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan ijin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya (Hariwijaya, 2005:12-13). Sebagai bentuk pengajuan, proposal bernilai penting dan strategis karena merupakan awal yang menentukan keberhasilan suatu rencana program (usaha atau kegiatan). Karenanya, banyak orang atau lembaga menjadikan proposal sebagai "senjata ampuh" untuk menunjukkan apa saja ide, rencana kegiatan (usaha), dan program yang ditawarkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Fungsi proposal
Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut:
Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.

1.Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
2.Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
3.Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
4.Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.

Jenis proposal
Proposal Penelitian dibagi 4 yaitu :
1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Syarat penyusunan proposal
Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut:
1.Memiliki struktur dan logika yang jelas
2.Hasil kegiatan itu terstruktur.
3.Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan
4.Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada

Sistematika Proposal
1.  Proposal penelitian:
a. dasar pemikiran
b.rumusan masalah
c.tujuan penelitian
d.asumsi
e.hipotesis
f.metode penelitian
g.lokasi dan sample penelitian
h.jadwal penelitia
i.personalia penelitian
j.biaya penelitian
k.pustaka acuan

2. Proposal Kegiatan Kemasyarakatan:
a. nama kegiatan
b.latar belakang
c.tujuan
d. jenis-jenis kegiatan
e. panitia pelaksana
f. waktu dan tempat pelaksana
g. jadwal kegiatan
h. biaya

Susunan proposal
1. Halaman Judul
Berisi nama/judul kegiatan, lokasi dan waktu penyelenggaraan kegiatan, dan penyelenggara yang berinisiatif merencanakan kegiatan
2. Latar Belakang
a. Berisi alasan “mengapa” kegiatan tersebut direncanakan
b. Latar belakang biasanya berisi 3 bagian yaitu bagian pendahuluan, bagian isi,  dan bagian penutup yang pola kalimatnya dari kalimat/maksud umum ke kalimat/maksud khusus
 
3. Tujuan Kegiatan
a.Berisi alasan “untuk apa” kegiatan tersebut direncanakan
b.Tujuan dapat terdiri dari minimal 1 tujuan atau lebih yang berurutan dari tujuan yang paling penting hingga tujuan yang kurang penting

4. Nama dan Tema Kegiatan 
Berisi nama/judul kegiatan dan tema yang diangkat dalam kegiatan
5. Bentuk Kegiatan
Berisi tentang format/bentuk sajian kegiatan
6. Peserta
1.Berisi keterangan tentang “siapa” yang akan ikut dalam kegiatan
2.Orang yang menjadi peserta sesuai dengan segmen/jenis kegiatan yang direncanakan
 
7. Penyelenggara
a. Berisi keterangan siapa yang menjadi penyelenggara kegiatan. 
b. Biasanya penyelenggara ini adalah suatu kelompok organisasi atau kumpulan yang hendak melaksanakan kegiatan karena alasan tertentu
c. Pada bagian penyelenggara ini perlu pula ditampilkan nama dan nomor kontak atau sekretariat yang dapat dihubungi
8. Jadwal dan Lokasi Kegiatan
Berisi keterangan “kapan dan dimana” kegiatan akan dilaksanakan
9. Susunan Acara
a. Berisi uraian susunan acara/pelaksanaan kegiatan dari saat mulai sampai selesai. 
b. Bisa ditampilkan dalam bentuk tabel dengan format kolom tabel sesuai kebutuhan (No, Waktu, Acara, Pelaksana,dll.) 
c. Pada sebuah kegiatan yang menggunakan pembicara, sebelum penyusunan acara perlu dilakukan konfirmasi untuk menyesuaikan waktu dan durasi tiap sesi pembicaraan
10.Susunan Panitia
a. Berisi susunan kepanitiaan yang telah terbentuk 
b. Susunan panitia ini ditampilkan agar pihak yang membaca dapat memiliki data yang jelas dengan siapa pihaknya akan bekerjasama.

11.Rencana Anggaran
a. Berisi rincian pemasukan, pengeluaran, dan kebutuhan dana yang masih diperlukan 
b. Disusun secara sederhana tetapi tetap menggunakan prinsip penyusunan keuangan

12.Penutup
a. Berisi kalimat yang menyatakan harapan agar banyak pihak dapat tertarik untuk mendukung kegiatan. 
b. Ditandatangani oleh Ketua Pelaksana / Ketua Panitia dan mengetahui Penanggungjawab kegiatan

13.Penawaran Kerjasama (sponsorship)
a. Berisi tentang bentuk-bentuk penawaran kerjasama kepada pihak sponsor 
b. Umumnya pihak sponsor tertarik berpartisipasi dalam kegiatan jika :
      * Kegiatan diikuti / dihadiri oleh banyak orang 
* Ada kesempatan untuk display /selling product 
*  Kemudahan administrasi dan birokrasi 
*  Kesesuaian “apa yang bisa panitia tawarkan/jual” dengan “apa yang diinginkan pihak sponsor”
c. Berisi tentang bentuk-bentuk penawaran kerjasama kepada pihak sponsor.
d. Kepanitiaan membutuhkan dukungan dalam bentuk dana, dan jumlah dana     yang dibutuhkan haruslah sepadan dengan “Apa yang bisa ditawarkan / dijual“ panitia kepada pihak sponsor.

Sumber :

Google. Tanpa tahun. “Pengertian, Fungsi, Jenis proposal”. Dalam http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-fungsi-jenis-proposal.html
Google. Tanpa tahun. “Pengertian proposal ilmiah”. Dalam http://www.bestektur.com/2013/10/pengertian-proposal-secara-ilmiah.html
Lanicitra.2013. “Pengertian Proposal”. Dalam http://lanicitraagustini.blogspot.com/2013/05/pengertian-proposal.html




BAHASA INDONESIA 2 ( TULISAN )

Karangan populer

PENGHAPUSAN UJIAN NASIONAL TINGKAT SEKOLAH DASAR DAN SEDERAJAT

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menegaskan mulai tahun 2014 mendatang ujian nasional tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dihapus. Ujian nasional akan diganti dengan ujian sekolah.
Keputusan menteri tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Dari pihak yang menyetujui keputusan tersebut mengungkapkan bahwa ujian nasional itu perlu diadakan dengan alasan melatih anak sejak dini untuk menghadapi tantangan, sehingga anak tersebut menjadi tahan uji dikemudian hari. Sedangkan dari pihak yang tidak setuju dengan keputusan tersebut mengungkapkan bahwa mutu pendidikan tidak hanya berdasar dari nilai ujian nasional 100 dan lulus, ada juga sebagian siswa yang sebenarnya pandai justru tidak lulus, begitu juga sebaliknya.Pro kontra yang muncul akibat adanya keputusan Menteri Pendidikan tersebut merupakan hal yang wajar di tengah masih banyaknya masalah di bidang pendidikan.
Sekolah dasar merupakan awal dimulainya seorang anak mendapatkan pendidikan yang bersifat formal, dimana seorang pendidik sangat berperan penting dalam mengenalkan siswanya tentang berbagai pengetahuan dasar.
Anak dengan usia dibawah 12 tahun semestinya mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan usianya. Belajar dengan cara yang ringan dan menyenangkan sangat diperlukan guna memudahkan para siswa dalam memahami berbagai pengetahuan dasar.
Selama bertahun-tahun para siswa sekolah dasar selalu diarahkan untuk giat belajar guna menghadapi ujian nasional pada saat kelas 6 nanti. Pemikiran itulah yang membuat pola pikir para siswa menjadi terbebani oleh rasa takut tidak lulus ujian nasional dan tidak dapat melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama yang membuat tingkat konsentrasi siswa menjadi berkurang. Para siswa yang mudah dalam memahami materi yang diajarkan akan lebih siap mengikuti ujian nasional, namun bagi siswa yang sulit memahami materi pasti akan merasa ketakutan dan tidak siap jika harus menghadapi ujian nasional.
Masing-masing siswa memiliki kelebihan, tidak hanya akademik yang harus terus dikembangkan tetapi kreatifitas juga harus dikembangkan melalui sistem yang tidak membuat para siswa jenuh. Pemerintah dan para pendidik harus sadar bahwa tidak semua siswa pandai, tidak semua siswa mampu menyerap secara cepat materi yang telah ditetapkan. Ada sebagian dari mereka yang memerlukan cara pengajaran lain yang membuat para siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Inilah saat yang tepat bagi para pendidik untuk dapat lebih mengerti para siswa sekolah dasar dan dapat mengubah tata cara pengajaran dari yang bersifat menegangkan menjadi sistem pengajaran yang lebih menggunakan daya kreatifitas agar para siswa lebih cepat memahami maksud dari setiap materi yang diajarkan. Para pendidiklah yang lebih mengerti seberapa besar kemampuan masing-masing siswa dalam memahami materi bukan pemerintah yang hanya membuat standarisasi materi bagi siswa sekolah dasar namun tidak dapat benar-benar mengerti kemampuan masing-masing para siswa.
Kendati demikian, pemerintah tidak lantas lepas tangan, namun harus terus memantau proses pengajaran di tingkat sekolah dasar serta selalu berkoordinasi dengan masing-masing dinas pendidikan agar tujuan para pendidik dan pemerintah dapat terwujud yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa secara merata  di Indonesia.  

Sumber :
Tempo.2013. “Menteri Nuh: Ujian Nasional SD-Sederajat Dihapus!”.dalam