Jumat, 21 Maret 2014



Tulisan bebas

Kabut Asap Riau

Kebakaran hutan di Riau menyebabkan masalah yang cukup berkepanjangan. Kabut asap seketika menyebar hingga ke negeri tetangga yaitu Malaysia dan Singapure. Riau adalah salah satu provinsi kepulauan yang memiliki hutan cukup luas yaitu 78 persen dari total wilayahnya. Hutan riau memiliki banyak titik api yang menyebabkan hutan menjadi mudah terbakar hanya karena api dari puntung rokok.

Sudah lebih dari 2 bulan lamanya masyarakat Riau hidup dalam kondisi memprihatinkan karena setiap saat harus menghirup udara yang tidak sehat akibat tebalnya asap akibat pembakaran hutan tersebut. Data yang dirilis oleh BNPB menyatakan bahwa korban akibat asap tersebut sudah mencapai 55.000 warga, diantaranya mengidap penyakit ISPA, pneumonia, asma, iritasi kulit dan mata.

Dalam masalah ini pemerintah dinilai lambat dalam melakukan penanganan pemadaman api yang semakin meluas khususnya pemerintah daerah yang terkesan bersembunyi dibalik keinginan para pemilik perusahaan. Meskipun para tersangka sudah ditangkap namun itu tidak membuat para pelaku baru takut untuk melakukan hal yang sama. Para pelaku hanya memikirkan kepentingan dirinya dan perusahaan yang ingin mengubah hutan Riau menjadi perkebunan kelapa sawit yang menurut mereka lebih menguntungkan karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
                                                      
 

Gambar diatas adalah gambar hutan di Pelalawan Riau sebelum adanya pembakaran. Kondisi hutan tersebut terlihat sangat alami, belum tersentuh oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.





Gambar diatas adalah terjadinya pembakaran hutan oleh para pembuka lahan. Sangat jauh berbeda dengan sebelum terjadinya pembakaran.

Mengapa kebakaran hutan Riau sangat sulit dipadamkan?

Hutan Riau adalah hutan yang memiliki titik api terbanyak di Indonesia, maka ketika ada seseorang yang membuang puntung rokok dengan api yang masih ada seketika itu juga kebakaran tidak dapat dihindari dan akan semakin cepat meluas dalam sekejap.10.000 hektar hutan Riau terbakar hanya dalam waktu kurang lebih 2 bulan.

Organisasi yang bergerak dibidang lingkungan hidup yaitu WALHI sudah seringkali memberikan informasi kepada pemerintah namun tampaknya informasi tersebut tidak pernah dihiraukan. Kebakaran semakin merajalela dan tidak terkendali. Pihak-pihak yang berada dibalik terjadinya kebakaran tersebut seolah bersembunyi dan lepas tangan. Anehnya lagi para tersangka pembakaran telah ditangkap namun dalang dari pembakaran tersebut sepertinya mendapat perlindungan, sehingga tidak pernah tersentuh sedikitpun oleh hukum di negeri ini.

Itulah potret negeri ini, para penguasa lebih mementingkan kepentingan dirinya daripada warganya. Masyarakat Riau dan sekitarnya berhak untuk menghirup udara sehat, bukan malah dibiarkan terus menerus menjadi korban ulah para penguasa. Tindakan tegas dari pemerintah dinilai hanya sebuah isapan jempol. Masyarakat Riau hanya menginginkan penanganan yang serius, tindakan yang tegas agar peristiwa tersebut tidak terulang untuk kesekian kalinya.

Demikianlah tulisan dari saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jangan lupa hijaukan lingkungan tempat kita tinggal.
Terima kasih

Sumber :
Dakwatuna.2014.”Kabut Asap Selimuti Riau,55 ribu Warga telah Jadi Korban”.Dalam http://www.dakwatuna.com/2014/03/14/47761/kabut-asap-selimuti-riau-55-warga-telah-jadi-korban/#axzz2wbLdQb9H

Berita Lingkungan.2014.”NGO : Moratorium Harus Berlanjut”.Dalam  http://www.beritalingkungan.com/2013/04/ngo-moratorium-hutan-harus-dilanjutkan.html

Liputan6.2014.”Kabut Asap”.Dalam http://www.liputan6.com/tag/kabut-asap?channel=news









Rabu, 19 Maret 2014

Bahasa Indonesia 2 (tugas)

Teori Yang Berhubungan Dengan Metode Ilmiah dan Sikap Ilmiah

Metode ilmiah

Pengertian

Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisik.

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah
Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis
Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris
Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.

Unsur-unsur metode ilmiah

1.Karakteristik (pengamatan dan pengukuran)
2.Hipotesis (penjelasan teoritis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
3.Prediksi (deduksi logis dan hipotesis)
4.Eksperimen (pengujian atas semua hal diatas)

Karakteristik metode ilmiah

1.Bersifat kritis, analitis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.
2.Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah.
3.Bersifat objektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
4.Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
5.Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta lapangan,

Langkah-langkah metode ilmiah

1.Menyusun rumusan masalah
2.Menyusun kerangka teori
3.Merumuskan teori
4.Melakukan eksperimen
5.Mengolah dan menganalisis data
6.Menarik kesimpulan
7.Mempublikasikan hasil

Menyusun rumusan masalah

a.Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih
b.Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan
c.Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat, dan jelas.

Manfaat yang didapat dari metode ilmiah adalah :

a.    Untuk menghasilkan penemuan berguna
b.    Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
c.    Untuk memecahkan suatu masalah dengan penalaran
d.    Untuk mengungkap kembali rahasia alam yang belum terungkap.

Sikap Ilmiah

Pengertian

Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin yakni “Aptus” yang berarti keadaan siap secara mental yang bersifat untuk melakukan kegiatan.
3 Kompenen Sikap :  Komponen kognitif, afektif dan tingkah laku.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk berprilaku atau bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan suatu masalah atau obyek.
Menurut Baharuddin (1982:34) mengemukakan bahwa :”Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan.
Sikap Ilmiah : sikap-sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap ilmuwan dalam melakukan tugasnya untuk mempelajari meneruskan, menolak atau menerima serta merubah atau menambah suatu ilmu


Tujuh sikap ilmiah

1.Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.

2.Sikap kritis
Sikap kritis terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.

3.Sikap objektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.

4.Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru dan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif.

5.Sikap menghargai karya orang lain
Sikap ini ditunjukkan dengan cara selalu menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari orang lain.

6.Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai.

7.Sikap terbuka
Sikap ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain walaupun pada akhirnya tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

Sumber :
Nuzul,Alia.Tanpa tahun. “Sifat, Pola Pikir dan Karakteristik Metode Ilmiah”.Dalam http://aliyanuzul.wordpress.com/ipa-1/metode-ilmiah-dan-benda-benda-alam/inti/sifat-metode-ilmiah/ 
Hadi.Tanpa tahun.” Metode Ilmiah Dan Langkah-langkahnya “.Dalam http://hadi27.wordpress.com/metode-ilmiah-dan-langkah-langkahnya/
Google.Tanpa tahun.” Pengertian Sikap Ilmiah dan Metode Ilmiah “.Dalam http://matakristal.com/pengertian-sikap-ilmiah-dan-metode-ilmiah/ 
Yanhasiholan.2012.”Sikap Ilmiah”.Dalam http://yanhasiholan.wordpress.com/2012/11/21/sikap-ilmiah/ 
Wikipedia.2013.”Metode Ilmiah”.Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah .
Faiq,Muhamad.2013."Pengertian dan Langkah-langkah Metode Ilmiah".Dalam http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-langkah-langkah-metode-ilmiah.html





Senin, 17 Maret 2014

BAHASA INDONESIA 2 ( TUGAS )

TEORI-TEORI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENALARAN

Penalaran

Pengertian penalaran

Dalam bahasa Indonesia, penalaran dapat didefinisikan sebagai proses berpikir yang  menghasilkan sejumlah indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.

Pengertian ilmiah

Ilmiah dapat didefinisikan :
1.Bersifat ilmu pengetahuan
2.Memenuhi syarat ( kaidah ) ilmu pengetahuan
Jadi pengertian penalaran ilmiah adalah proses berpikir yang memenuhi syarat ( kaidah ) ilmu pengetahuan untuk memperoleh kesimpulan berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli.

Ciri-ciri penalaran

a.Dilakukan dengan sadar
b.Berdasarkan atas sesuatu yang sudah diketahui
c.Sistematis
d.Terarah, bertujuan
e.Menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan, atau sikap baru.
f.Sadar tujuan
g.Premis berupa pengalaman atau pengetahuan bahkan teori yang telah diperoleh
h.Pola pemikiran tertentu
i.Sifat empiris rasional

Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.

1.Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.

2.Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.



Jenis-jenis penalaran

Penalaran induktif

Penalaran induktif adalah hal khusus menuju hal umum. Apabila dalam sebuah paragraf mula-mula menyebutkan peristiwa khusus yang diakhiri dengan kesimpulan berdasar peristiwa khusus tersebut, maka bisa dipastikan paragraf tersebut adalah paragraf induktif.

Cara penalaran induktif :

>Generalisasi
  Proses penalaran dari sejumlah peristiwa untuk menarik kesimpulan mengenai peristiwa tersebut.
  Contoh
  Sapi adalah hewan mamalia yang bernafas dengan paru-paru
  Gajah adalah hewan mamalia yang bernafas dengan paru-paru
  Kesimpulan : semua hewan mamalia bernafas dengan paru-paru

>Analogi
Proses penalaran dari peristiwa khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik     sebuah kesimpulan.
Contoh
Nahkoda adalah seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas penumpangnya.
Kepala rumah tangga adalah seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas keluarganya.
Kesimpulan : nahkoda dan kepala rumah tangga bertanggung jawab terhadap yang dipimpin.

Hubungan kausal ( sebab akibat )
Merupakan penalaran yang menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi didunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat.
Contoh
Pembakaran lahan hutan di Riau oleh orang yang tidak bertanggung jawab menimbulkan masalah polusi udara yaitu asap yang sulit diatasi. Akibatnya banyak penduduk di Riau mengalami penyakit ISPA.

Penalaran deduktif

Merupakan penalaran umum ke khusus.
Berdasarkan sesuatu yang umum ditariklah kesimpulan tentang hal-hal khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa khusus tersebut.
Contoh
Semua makhluk hidup akan mati
Hewan adalah makhluk hidup
Kesimpulan : karena itu semua hewan akan mati.

Premis
Pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.
Contoh
Semua makhluk hidup memerluka air
Manusia adalah makhluk hidup
Kesimpulan : manusia membutuhkan air.
               
Proposisi
Proposisi adalah kalimat logika yang merupakan pernyataan tentang antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah.

Silogisme
Proses penalaran yang menghubungkan dua proporsi yang berlainan untuk menemukan sebuah kesimpulan yang merupakan proporsi yang ketiga.
Contoh
Barang siapa merokok didalam ruangan kelas harus diberi sanksi.
Dono merokok didalam ruangan kelas.
Donio harus diberi sanksi.

Etinem
Etinem adalah penalaran deduksi secara langsung. Dapat dikatakan silogisme namun dalam entinem premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh
Semua pemimpin yang jujur tidak akan melakukan korupsi.
Joki adalah seorang pemimpin yang jujur.
Kesimpulan : joki tidak mau melakukan korupsi.

Kesalahan penalaran

Salah penalaran dapat terjadi didalam proses berpikir untuk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.

Kesimpulan

Penalaran, Pemikiran, dan Logika merupakan semua aktifitas yang di kerjakan oleh otak untuk menghasilkan suatu gagasan baru, untuk menunjukan kinerja otak kita dari ke 3haltersebut.
Memang ketiganya hampir bias di golongkan menjadi sebuah hal yang sama dalam penggunaan otak, hati, dan jiwa. Penggunaan ketiganya pun sangat erat untuk di gunakan padakehidupansehari-hari.
Biasanya ketiga hal tersebut yaitu Penalaran, Pemikiran, dan Logika, selalu di gunakan di dalam kehidupan entah itu di dalam ruangan mau atau pun di luar ruangan. Di dalam Penalaran proposisi yang di jadikan dasar penyimpulan di sebut dengan Premis (antesendens ). Dan hasil kesimpulannya di sebut juga dengan konklusi ( consequensi). 
Hubungan antara premis dan konklusi di sebut Consequens.
Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan di mana obyek materialnya adalah berfikir (khususnya penalaran proses penalaran).


Sumber :
Maulidia,Luly Chusnul.2013. “Pengertian Penalaran Deduktif dan Induktif beserta contoh dan ciri-cirinya “. Dalam  http://lullymemangiseng.blogspot.com/2013/03/pengertian-penalaran-deduktif-dan.html.
Nicky.2013. “ Teori Penalaran Dan Macamnya “. Dalam http://nickyshaarawy.blogspot.com/2013/03/teori-penalaran.html
Hertyn.2013. “ Teori Penalaran “. Dalam http://hertynfrianka.blogspot.com/2013/03/teori-penalaran_22.html
Wikipedia.2014. “ Penalaran “. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
Lestari,Rakhmawati.2013. “ Definisi dan Penalaran “. Dalam http://tarirl.wordpress.com/2013/05/16/definisi-dan-penalaran/








BAHASA INDONESIA 2 (tulisan )

Pemakaian metode ilmiah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ilmiah 
    
Pengertian metode ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan, dan penjelasan kebenaran.
Metode ilmiah juga dapat disefinisikan sebagai suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Pengertian pertanyaan ilmiah

Pertanyaan ilmiah adalah rasa keingintahuan seseorang akan sebuah informasi berdasarkan ilmu pengetahuan yang sudah ada.

Pemakaian metode ilmiah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ilmiah

Pertanyaan ilmiah adalah suatu permasalahan yang harus diselesaikan menggunakan metode ilmiah yaitu berdasarkan fakta-fakta. Untuk menjawab pertanyaan ilmiah memerlukan prosedur-prosedur seperti pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknis agar diperoleh pengetahuan baru atau dengan mengembangkan pengetahuan yang ada.
Ideal dari ilmu adalah memperoleh hubungan satu sama lain yang sistematis dari sebuah fakta, maka metode ilmiah berguna untuk mencari jawaban atas fakta (objektif) dengan menggunakan pendekatan sistematis.

Contoh pertanyaan ilmiah

Seberapa besar pengaruh pikiran terhadap tumbuhnya uban? Dan usia berapakah normalnya manusia tumbuh uban?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan bukti dari ekperimen, deduksi logis, serta pemikiran rasional untuk mengamati alam dan individual di dalam suatu masyarakat.
Deduksi logis adalah sistem penalaran yang menelaah prinsip-prinsip penyimpulan yang sah berdasarkan bentuknya serta kesimpulan yang di hasilkan yang diturunkan dari pangkal pikiran yang jernih atau sehat. 

Sumber :
Pamungkas,Andi B.2013.”pengertian metode ilmiah”.Dalam  http://andibintang.blogspot.com/2013/04/pengertian-metode-ilmiah.html.
Rohani,Siti.2013.”Peran Metode Ilmiah Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan “.Dalam http://ssitirohani.blogspot.com/2013/04/peran-metode-ilmiah-dalam-perkembangan.html.
Wikipedia.2014.” Filsafat Ilmu “.Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_ilmu.
Alfagamma,Habib.2011.” Logika Deduktif Dan Induktif “.Dalam http://habib00ugm.wordpress.com/2011/01/22/logika-deduktif-dan-induktif/.

Selasa, 11 Maret 2014

BAHASA INDONESIA 2 ( tulisan )

Konsep Penalaran Ilmiah Dalam Kaitannya Dengan Penulisan Ilmiah

Penalaran

Penalaran adalah Suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan.

Ciri penalaran adalah berpikir logis, yaitu suatu kegiatan berpikir dengan menggunakan pola tertentu atau menurut logika tertentu. Ketidak konsistenan dalam menggunakan alur logika, dapat menyebabkan kekacauan atau kekeliruan penalaran. Dalam prakteknya, penalaran dibentuk oleh tiga pemikiran yaitu : pengertian/konsep,proposisi dan pernyataan. Tanpa tiga bentuk pemikiran tersebut, manusia tidak mungkin memperoleh penalaran yang benar.

Berpikir merupakan suatu proses yang membuahkan pengetahuan, proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan.

Berpikir ilmiah adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan, memutuskan, mengembangkan, dan sebagainya. Untuk memperolah pengetahuan, maka digunakanlah metode berpikir ilmiah. Metode ini dapat dilakukan melalui tiga jenis penalaran yaitu penalaran deduktif, induktif dan abduktif.

Berpikir logis merupakan konsep penalaran ilmiah dalam kaitannya dengan penulisan ilmiah. Berpikir logis merupakan cara berpikir manusia yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang bertujuan untuk mendapatkan kebenaran dengan menyusun konsep berpikir teoritis, sistematis, dan logis.

Tulisan adalah produk pemikiran. Sebuah tulisan harus dibangun atas konstruksi pemikiran yang terdiri atas tiga komponen penting, yakni klaim, argumen, dan data. Tulisan yang baik bisa dinilai dari logis atau tidaknya ketiga komponen yang berkaitan tersebut. Argumen mengenai suatu klaim haruslah logis. Proses penalaran seperti itu hanya berlaku dalam penulisan. Menulis adalah aktifitas yang dapat melatih kemampuan berpikir logis dan kritis. Selain harus dibangun dengan klaim, argumen, dan data yang logis, (ruang) tulisan juga dibatasi sehingga harus singkat dan padat.

Berpikir logis adalah berpikir tepat dan benar yang memerlukan kerja otak dan akal sesuai dengan ilmu-ilmu logika. Berpikir secara logis juga berarti bahwa selain memikirkan diri kita sendiri juga harus memperhatikan lingkungan serta berpikir tentang akibat yang tidak terbawa emosi.
Berpikir ilmiah menjadi titik tolak karya ilmiah dan perkembangan kegiatan ilmiah yang didalamnya memuat proses berpikir ilmiah.

Sumber :

Dwiez,ginanjar.Tanpa tahun.”Konsep Dasar Berpikir Ilmiah dengan Penalaran Deduktif, Induktif dan Abduktif”.Dalam http://www.academia.edu/4117281/TUGAS_1_iqbal_PAPER_KONSEP_DASAR_BERFIKIR_ILMIAH_DENGAN_PENALARAN_DEDUKTIF_INDUKTIF_DAN_ABDUKTIF#.
Juliana.2013.”Penalaran Karya Ilmiah”.Dalam http://naruchan07.blogspot.com/2013/03/penalaran-karya-ilmiah.html.
galena.2011.”Penalaran dan metode ilmiah”.Dalam http://galenapajar.blogspot.com/2011/11/penalaran-dan-metode-ilmiah.html.
Irawati.2010.”Peranan Berpikir Logis Dalam Penulisan Ilmiah”.Dalam http://fajarirawati.blogspot.com/2010/03/peranan-berpikir-logis-dalam-penulisan_05.html.
Wikipedia.2013.”Karya Ilmiah”.Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah.